MAHASISWA MSU

  • Penawar
    "Apakah kamu mahu aku ajarkan perkara yang lebih baik daripada apa yang kamu minta daripadaku? Apabila kamu berdua berbaring untuk tidur, bertasbihlah (Subhanallah) 33 kali, bertahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan bertakbir (Allahuakbar) 33 kali. Ia adalah lebih baik untuk kamu berdua daripada seorang khadam."

    Inilah penawar ringkas yang Nabi s.a.w. ajarkan kepada anak dan menantunya bagi meringankan keletihan dan kesusahan hidup mereka berdua.

    Saidina Ali terus mengulang-ulang kalimah-kalimah Rasulullah s.a.w. ini. Katanya "Demi Allah aku tidak pernah meninggalkannya semenjak ia diajarkan kepadaku."

    Sangat dicadangkan kepada ibu-ibu, suami-suami atau sesiapa sahaja yang merasai kepenatan setelah melakukan tugas-tugas harian supaya mengamalkan membaca 'Subhanallah' (33 kali), 'Alhamdulillah' (33 kali) dan 'Allahuakbar' (33 kali) pada setiap malam iaitu sebelum melelapkan mata.

    Lakukanlah dengan penuh ikhlas dan istiqamah (berterusan), Insya-Allah petunjuk Nabawi ini mampu menyelesaikan bebanan-bebanan hidup seharian
    kita. Akan terserlah ceria di wajah pada keesokan hari dengan senyuman.
    more
  • Iktibar menunaikan haji..
    Sebelum pergi Mekah, mari kita ambil iktibar dulu...



    Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara material,mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. Segala kelengkapan sudah disiapkan.



    ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan keduanya sihat walafiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labaik Allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah".



    Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur ila Ka'bah (Bu, lihatlah Ka'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi dia terdiam.



    Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.



    Hasan kembali membisik kepada ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang nampak hanyalah kegelapan.



    Padahal, tak ada masalah dengan kesihatan matanya. Beberapa minit yang lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita.... 
    Tujuh kali Haji Anak yang soleh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia solat memohon ampunan-Nya.



    Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap rahmat-NYA.Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.



    Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugerah-Nya, dengan menatap Ka'bah, kelak. Anak yang soleh itu berniat akan kembali membawa ibunya menunaikan haji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.



    Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan didekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak dapat melihat Ka'bah. Hasan tidak berpatah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.



    Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap.



    Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.Hasan tak habis fikir, dia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka'bah.



    Padahal, setiap kali berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya selalu normal. Dia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperlakukan ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.



    Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal kerana kesohlehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan bererti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud. Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang soleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan saksama, kemudian meminta agar Ibu Hasan perlu menelefonnya.Anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, dia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut.



    Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun menelefon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya. "Anda harus berterus-terang kepada saya, karana masalah anda bukan masalah senang," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian dia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat sebarang khabar dari Sarah.



    Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelefon. "Ustaz, waktu masih muda, saya bekerja sebagai jururawat di rumah sakit," cerita Sarah akhirnya.



    "Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan mulia," potong ulama itu.

    "Tapi saya mencari wang

    sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulama itu terkejut. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.



    "Disana...." sambung Sarah, "Saya sering kali menukar bayi, karana tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak lelaki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbuhan wang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka."



    Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah. "Astagfirullah......"

    betapa tega wanita itu

    menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak.

    bayangkan, betapa banyak keluarga

    yang telah dirosaknya, sehingga tidak jelas nasabnya. Apakah Sarah tidak tahu, bahawa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas.



    Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, iaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi."Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?"

    tanya ulama terperanjat.



    "Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!". ucap ulama dengan nada tinggi."Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?

    "tanya ulama itu lagi sedikit kesal. "Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati."

    "Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia," kata ulama. "Ya, tapi saya memandikan orang mati karana ada kerja sama dengan tukang sihir." "Maksudnya?" tanya ulama tidak mengerti. "Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."



    "Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak hendak masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam.



    Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya cuba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar pertuturan Sarah yang mendatar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.



    "Cuma itu yang kamu lakukan ?". "Masya Allah....!!! Saya tidak dapat bantu anda.

    Saya angkat tangan".Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi dia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji.



    Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, "Anda harus memohon ampun kepada Allah, kerana hanya Dialah yang dapat mengampuni dosa Anda."



    Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar khabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mendapat tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertaubat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya.Kerana tak juga memperoleh khabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di Mesir.



    Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan khabar Sarah,ternyata khabar duka yang diterima ulama itu. "Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelefon ustaz," ujar Hasan. Ulama itu terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?". tanya ulama itu.



    Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelefon ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah.



    Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas izin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu berulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorang pun penghantar jenazah yang menyedari bahawa tanah itu kembali rapat.



    Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para penghantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi.Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si jenazah.



    Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa kerana pekerjaan mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satu pun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.



    Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak berani meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang lelaki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir.



    Lelaki itu tidak tampak wajahnya, kerana terhalang dengan penutup kepalanya. Lelaki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,"



    Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!". kata orang itu.



    Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap lelaki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur menggali lubang dan kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menengok ke belakang, sampai tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman,terselit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan jenazah ibunya.



    Sedetik kemudian ia berpaling ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan.Dengan langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahawa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman kerana terbakar.



    Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu meyakinkan Hasan, bahawa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang.



    Sebenarnya,tidak berapa lama kemudian Hasan kembali memberitahu ulama itu, bahawa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

    more
  • Kisah pemuda arab yang hebat
    Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam. 

    Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

    Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini."

    Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.

    Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?"

    Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."

    Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut...

    Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."

    Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!"

    Si paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya."

    "Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai roh! Apa yang dimaksudkan dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!"

    "Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?"

    "Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

    Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

    Setelah membaca Bismillah dia berkata,

    -Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

    -Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."
    (Al-Isra': 12).

    -Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

    -Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.

    -Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

    -Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

    -Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

    -Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

    -Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin taufan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

    -Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat ganda." (Al-An'am: 160).

    -Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

    -Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

    -Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

    -Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai roh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 1.

    -Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

    -Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:9

    -Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

    -Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

    -Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya':69).

    -Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

    -Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t.? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 2.

    -Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

    Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.

    Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.

    Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"

    Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah."

    Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. "

    Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."

    Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.
    more
  • Satu pukulan, tiga jawapan...
    Pada suatu hari, tiga orang kafir zindq melihat seorang tua sedang tidur di bawah sebatang pokok. Mereka berpakat menganggunya. Mereka kemudian membangunkan orang tua itu dan mengajukan soalan-soaln berat untuk dijawabnya. 

    Tanya si kafir zindiq pertama: "Saya tidak dapat melihat Allah, bagaimanakah saya mesti beriman?"

    Kafir zindiq kedua pula berkata: "Bagaimana Allah boleh menghisabku dan manjatuhkan azab kepadaku?bukankah semua amalankan telah ditakdirkan oleh-Nya?"

    Yang ketiga pula mengajukan soalan: " Bukankah jin itu diperbuat daripada api? Bagaimana dia boleh diseksa di dalam api?"

    Mendengar soalan-soalan tersebut, orang tua itu mengambil tanah liat untuk memukul mereka. Bagaimanapun tindakan orang tua itu menyebabkan dia ditangkap dan diadukan kepada hakim. Dihadapan hakim, orang kafir zindiq itu berkata: " Kami mengajukan 3 soalan kepada orang tua ini, tetapi dia tidak menjawabnya, sebaliknya memukul kami dengan tanah liat. 

    Maka hakim bertanya:... " Mengapa kamu memukul mereka bertiga? Malah tidak menjawab soalan mereka?" 

    Jawab orang tua itu: " Saya telah menjawab soalan-soalan mereka itu. Orang yang pertama menyata dia tidak beriman kepada Allah kerana tidak dapat melihat-Nya lantas saya memukulnya. 
    Kata orang itu: " Ya kamu telah menyakitiku".
    Balas orang tua itu: " Apabila kamu berasa sakit, maka di manakah sakit itu? Selama saya tidak dapat melihat rasa sakit itu, bermakna kamu tidak sakit."

    Kata orang kedua pula:" Tetapi kenapa kamu memukul aku juga?"
    Jawab orang tua itu:" Awak bertanya bagaiman Allah boleh menghisab amalan kamu yang telah ditakdirkan-Nya. Dan Allah telah mentakdirkan bahawa saya harus memukulmu, maka kenapa mengeluh?"

    "Dan orang ketiga telah bertanya kepadaku bagaimana Allah menyeksa jin di dalam api neraka sedangkan mereka diperbuat daripada api. Maka saya memukulnya juga.Bukankah awak diperbuat daripada tanah liat? Bagaimana sekeping tanah liat boleh menyakitimu?Begitu jugalah dengan cara penyeksaan Allah terhadap jin dengan api neraka, sedangkan mereka diperbuat daripada api".
    more
  • surat dari anak yang tak degil
    Mak.....
    Terlalu bosan rasanya duduk membilang hari.....
    Dah hampir sepuluh bulan mak pergi,
    Rasanya baru semalam mak peluk kiter kan sejuk syahdu masih terasa lagi nih....

    Mak tau tak.....
    itu lah pertama kali mak peluk anak mak yang nakal ni sejak kiter dewasa.....
    dan itu juga terakhir kali nya.
    Emmmm...rupanya mak dah tau mak nak pergi jauh.....
    nak tinggal kan anak2 mak..... nak tinggal kan dunia fana ni.....

    mak macam dah sedia.....
    Seminggu sebelum tu.....
    mak dah menganyam tikar mengkuang 3 helai.....
    Akak kata sampai ke pagi mak anyam tikar tuu....
    tanpa rasa mengantuk, tanpa rasa letih.....
    kakak pun rasa hairan.....
    mak tak penah buat gitu.....



    pastu mak pasang radio kecil di sebelah mak.....
    tapi mak seolah2 tak sedar bahawa rancangan radio tu siaran siam ......
    kengkadang siaran indonesia ...
    mak terus tekun menganyam...
    Rupanya tikar yang telah mak siapkan tu di gunakan untuk mengiringi mak ke kuburan...

    Pastu mak sapu sampah sekeliling rumah bersih2....
    pastu mak jemur karpet-karpet. ..
    pastu mak ubahkan sofa ke tempat lain..
    mak biarkan ruang tu kosong..
    rupanya kat situ jenazah mak diletakkan..

    paling menarik sekali mak bgtau kat maner sume duit dan barang kemas mak..
    ada kat dalam almari.....
    ada kat dalam dalam beg.....
    ada dalam ASB.....
    ada kat dalam Tabung Haji..
    mak cakap tak berapa cukup lagi....
    ada kat dalam gulung tikar.....

    masa tu mak perasan takk..??
    kiter gelak sakan bila mak bgtau duit dalam gulung tikar...
    kiter kata mak ni memang pesenn lama laaa...
    mak cuma gelak jer...
    eeemmm..bahagiaa nya saat ituu..

    Mak.....
    Hari tu hari sabtu 18/08/1999 pukul 3 petang mak tiba2 sakit perut.....
    bila malam tu kiter sampai dari KL.....
    mak dah dalam kesakitan.
    Akak dan abang kat kampong semua dah pujuk.....
    mak tetap takmau pi hospital.... .
    dan cuma tinggal giliran kiter sahaja yang belum pujuk..
    Mak kata mak takmau duduk dalam hospital.... .
    tapi kiter berkeras juga pujukk..
    nanti di hospital ada doktor...
    ada ubat untuk mak..
    kat rumah kami hanya mampu sapu minyak dan urut jer..

    Mak tetap tak bersetuju... ..
    mak memang degil..
    tak salah, anak mak yang ni pon mengikut perangai mak tu..
    Tapi akhirnya bila melihat keadaan mak makin teruk....
    mak sakit perut sampai nak sentuh perut mak pon sakit
    kami adik beradik sepakat hantar juga mak ke hospital.... ..

    Mak.....
    amponkan kami semua...
    kami nak mak sehat...
    kami sayang mak...
    kami tak mau mak sakit...
    kami terpaksa juga hantar mak ke hospital....
    ampon kan kami yer mak....

    Mak.....
    Malam itu abang bawa mak ke hospital
    dan itu lah pertama dan terakhir kali mak naik kereta kiter...
    Masih terbayang betapa ceria dan gembiranya mak,
    kiter kata nak beli kereta....
    Mak asyik tanya ajer..
    cukup ker duitt..
    kiter jawab pula...
    kalau tak cukup, mak kan banyak duit...
    mak gelak ajerr.....

    Lepas tu bila kereta kiter sampai....
    mak buat kenduri kesyukuran.. ....
    Dan kiter masih ingat lagi...
    bila kiter eksiden terlanggar Ah-Chong naik motor.....
    Punya la kiter takut...
    kiter warning kakak kiter jangan sesekali bgtau kat mak.....
    Bila balik sahaja kampong....
    kiter cepat-cepat simpan keta dalam garaj.....
    Tapi mak perasan juga bumper depan kemek...
    mak tanya kenapa...?
    Selamba jerr kiter jawab terlangar pokok bunga.....

    Mak....
    tujuan kiter menipu tu supaya mak tak risau...
    Maafkan kiter kerana sampai mak pergi mak tak tau hal sebenar...
    mak, kiter menipu mak kan ...
    ampon kan kiter....
    Mak.....
    Jam 4.30 pa gi 19/08 /2006
    Bila tiba aja kat hospital....
    nurse tengah balut mak dengan kain putih.....
    mak mesti nampak kiter jatuh terduduk di lantai hospital...
    Mesti mak nampak abang cium dahi mak.....
    Mesti mak nampak akak baca doa untuk mak....
    Mesti mak nampak adik terduduk kat kerusi kat sudut itu...
    mesti mak nampak semua tu kann...kann. .kannn

    Mak tau tak....
    Pagi tu balik dari hospital jam 5.20 pagi kiter memandu dalam keadaan separuh sedar...
    Adik kat sebelah diam melayan perasann...
    Kenangan bersama mak berputar dalam kepala ini...
    jalan di depan terasa makin kelam.....
    airmata dah tak mampu di tahan....
    Masa tu seandainya apa-apa terjadi di jalan itu kiter rela...
    Namun alhamdulillah akhirnya kiter sampai juga...
    di sebab kan pagi masih awal, jadi jalan tu lenggang..
    kosong. ...sekosong hati ini.....
    Sepanjang perjalanan terasa kedinginan subuh itu lain benar suasananya.. ...
    terasa syahdu dan sayu...dinginnnn. ....

    Mak.....
    Kiter masih ingat lagi...
    Kiter baca AlQuran kat tepi mak temankan mak...
    Jam 11.00 pagi mak di mandi kan .....
    Anak2 mak yang pangku masa mak mandi....
    Mak mesti rasa betapa lembut nya kami mengosok seluruh tubuh mak.....
    Kiter gosok kaki mak perlahan lahan.....
    Mak perasan tak...?

    Makcik yang mandikan mak tu pujuk kiter.....
    Dia kata..." dikk...jangan nangis...kalau sayang mak jangan buat gitu...jangan nangis ya.."
    Bila makcik tu kata gitu...
    lagi laaaa laju airmata ni..
    tapi kiter kawal supaya tak menitik atas mak....

    Mak.....
    Sampai takat ini surat ni kiter tulis.....
    kiter nangis ni.....
    Ni kat dlm bilik...baru pukul 4.00 pagi....
    Takder orang yang bangun lagi.....
    kiter dengar nasyid tajuk "anak soleh" kiter sedih...
    kiter rindu kat mak..!
    Takpa la....
    nanti bila kita selesai sembanyang subuh,
    kiter baca yassin untuk mak...
    mak tunggu ya..!

    Mak..
    Sebelum muka mak di tutup buat selamanya... .
    Semua anak2 mak mengelilingi mak...
    menatap wajah mak buat kali terakhir....
    Semua orang kata mak seolah2 senyum aja...
    Mak rasa tak....
    masa tu kiter sentuh dahi mak....
    kiter rasa sejukkkk sangat dahi makk.....
    Kiter tak mampu nak cium mak...
    kiter tak daya....
    kiter tuliskan kalimah tauhid kat dahi mak dengan air mawar...
    Airmata kiter tak boleh tahan....
    Mak mesti ingat kan yang anak mak ni jadi imam solat jenazah untuk mak...
    tapi kite suruh tok imam bacakan doa sebab kite sebak....

    Jam 12 tengahari mak diusung keluar dari rumah....
    Akak pula dah terkulai dlm pelukan makcik...
    badan akak terasa panas...
    makk...
    anak mak yang seorang tu demam....

    Mak tauu...
    cuma akak sorang saja anak mak yang tak mengiringi mak ke tanah perkuburan.. .
    Mak.....
    Hari2 ku lalui tanpa kewujudan mak lagi...
    Begitu terasa kehilangan mak...
    boleh kata setiap malam selepas maghrib anak mak ini berendam airmata...
    Dan sampai satu tahap....
    masa tu malam jumaat selepas maghrib...
    Selepas kiter baca yassin ngan kawan-kawan. ....
    entah kenapa biler kat bilik kiter keluarkan gambar2 mak pastu apa lagi...
    semakin kiter tenung terasa semakin sayu...
    tangisan tak dapat dibendung...

    Mak tauu...
    kiter cuba bertahan...
    memujuk diri sendiri tapi tak juga reda...
    Kiter rasa nak telefon mak...
    nak cakap dengan mak....
    anak mak yang ni dah tak betul kan ...????
    Dan akhirnya dalam sedu sedan itu kiter telefon kampong...
    Kiter cakap dengan kakak..kiter nangis lagi...
    Puas la kakak memujuk kiter...
    Akak kata..." tak baik laa nangis aje..doa lah untuk mak.."
    Dan akhirnya akak juga nangis.....

    Mak tau tak..
    di saat itu kerinduan terasa menusuk sehingga ke hulu hati...
    rasa nyilu sangat...
    menusuk-nusuk sehingga terasa begitu sakit dalam dada ni....
    Sampai sekarang bila kerinduan itu menjelma...
    hanya sedekah al-fatihah kiter berikan.....

    Mak....
    cukup la sampai sini dulu....
    kawan kiter dah ketuk pintu bilik tu....
    kejap lagi kami nak pergi solat subuh kat masjid...
    selalunya, kiter yang bawak mak naik motor kan ....
    kali ni kiter jalan kaki dengan kawan pulak...
    esok kiter ingat nak tulis surat kat ayah pula....
    Mula2 kiter tak tau nak hantar mana surat nih...
    pastu kawan kiter bgtau...
    simpan je buat kenangan..
    Kiter cuma tau alamat ni aje...
    Takper yer mak...
    kiter kasi orang lain baca...
    Kiter stop dulu...
    sebab kawan kiter dah lama tunggu tu...
    akhir kata untuk mak,
    I LOVE YOU SO MUCH
    dan jutaan terima kasih kerana membesarkan kiter...
    memberi seluruh kasih sayang dari kecil sampai masuk sekolah..
    sampai masuk unibesiti..
    sampai kiter boleh rase naik kapal terbang...
    boleh rasa duduk kat negara orang...
    sampai akhir hayat ini jasa mak tak akan mampu kiter balas..

    Sekian terima kasih,
    Yang Benar Anak mak yang dah tak degil

    more
  • AllaH haNyA memAngGiL kitA 3x.......
    Photobucket


    Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Mekah....... .aku bertanya pada Ibu. "Ibu, ada cerita apa yang menarik dari Umrah....?" Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah.


    Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya. Ibu adalah pemilik Maknah Tour Travel dimana saya menunaikan untuk Umrah di bulan July 2007 yang lalu.Kebetulan umrahku dimulai di Madinah dulu selama 4 hari, baru ke Mekah.Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah. Jadi aku mempunyai kesempatan untuk bertanya tentang Umrah.


    Ibu berkata..."Luqman, Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup.."Keningku berkerut.... ....



    "Sedikitnya Allah memanggil kita..?"Ibu tersenyum.


    "Iya, tahu tidak apa 3 panggilan itu..?"....



    Saya menggelengkan kepala. "Panggilan pertama adalah Azan", ujar Ibu. "Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita solat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih tenang, Dia tidak "cepat marah" akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak solat sama sekali kerana malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti".

    Photobucket


    Saya terpaku.... .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan solat kerana meeting lah, sibuk berurusan dengan rakan sepejabatlah, dan lain lain. Masya Allah....... ..


    Ibu menyambung, "Luqman, Panggilan yang kedua adalah panggilan Umrah/Haji. Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya "bergiliran" . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeza dengan hamba yang lain. Jalannya bermacam-macam. Yang tidak punya wang menjadi punya wang, yang tidak merancang pula akan pergi, ada yang memang merancang dan terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan "Labaik Allahuma Labaik", sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, kerana panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu".


    Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanallah...... .saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. .....Alhamdulillah...


    "Dan panggilan ke-3", lanjut Ibu, "adalah KEMATIAN. Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebiasaan, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal soleh.
    Kerana itu Luqman, manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah syurga adalah balasannya.. ..."


    Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah kerana kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. ....Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan kain Ihram dan berniat..... ....Aku menjawab panggilan UmrahMu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam........
    more

Jangan Lupa sahabat...

Jangan Lupa sahabat...

Perhatian untuk ahli PMIMSU

jom berbual sebentar

PmiMsu
hubungkan kami

demi masa

ayat2 cinta